Adi's Blog

Jangan Salahkan Saya Jika Ilmu Anda Bertambah …

Lawan Google, Modal Nekat dan Teh Botol

Jika Google punya platform iklan kontekstual AdSense, maka Indonesia pun hadir dengan pesaingnya bernama Sitti.

Sitti merupakan platform iklan online yang bisa menyesuaikan isi iklan dengan konten situs atau blog berbahasa Indonesia tempat iklan itu tampil. Andy Sjarif, Pendiri Sitti, mengatakan Sitti bisa memahami Bahasa Indonesia. Tak hanya bahasa baku, Sitti dikatakan bisa mengerti Bahasa Indonesia dengan variasinya.
“(Sitti) mengerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahasa slang, bahasa jadul, sampai yang nyleneh, atau yang sedang tren di kalangan ABG sekarang, bahasa 4lay (baca: alay),” tuturnya.

Sejak 1 Oktober 2010, Sitti telah melakukan pengujian (Beta). Sebanyak 329 merek diuji secara gratis pada 3.000 iklan dan 30.000 kata kunci. Uji coba itu melibatkan 1,6 juta halaman situs dan blog yang telah tergabung dalam Sitti.

Sitti mengakui bahwa sistem iklannya tak serta-merta lebih baik dari Google. Namun, mereka mengklaim kinerja Sitti mampu bersaing dengan Google AdSense, terutama pada situs atau blog Bahasa Indonesia.

Meski baru beroperasi selama enam bulan, SITTI berani menantang layanan iklan Google. Perusahaan asli Indonesia tersebut memang tidak main-main meski harus dengan modal seadanya.

“Cuma dua kelebihan kita dari Google, nekat sama teh botol,” kata Andy Sjarif, Group CEO SITTI, saat acara “Buka Pintu” kantor barunya di kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (24/11/2010). Kenapa teh botol? Kata Andy, semua orang di SITTI sangat tergila-gila dengan teh botol dan menurutnya hanya jumlah konsumsi teh botol yang bisa mengalahkan berapa kali mereka mengakses Google setiap hari.

Bahkan, dalam acara tersebut pun, Andy berdiri dengan kerat teh botol sebagai pengganti panggung. Tamu-tamu bebas minum teh botol yang khusus untuk acara tersebut disediakan sebanyak 20 kerat. Bahkan, kata Andy, penjualan teh botol di kantor yang dikelola koperasi kecil-kecilan oleh office boy di kantor tersebut adalah pendapatan perusahaan saat ini. Tentu cerita tersebut langsung disambut tertawa tamu undangan yang hadir.

Kenapa pakai nama SITTI yang terkesan jadul? Andy Sjarif mengatakan ada dua alasan mengenai pemilihan nama tersebut. Menurutnya, SITTI bukan singkatan apa pun, melainkan diambil dari nama Sitti Nurbaya, judul novel yang revolusioner dan membuat ledakan linguistik. SITTI yang juga erat kaitannya dengan linguistik ingin meniru kesuksesan novel Sitti Nurbaya.

Selain itu, nama SITTI diakui Andy terkesan lama dan kampungan. Namun, nama tersebut sengaja dipilih untuk menantang Google. “Malu dong kalau Google lawan SITTI yang kampungan atau sebaliknya kalau Google sampai dikalahkan SITTI,” ujar Andy Sjarif.

SITTI berdiri enam bulan lalu dan mengembangkan platform iklan kontekstual, seperti Google AdWord dan AdSense. Mereka berusaha menyajikan iklan dalam halaman situs web atau blog sesuai isi artikel dalam halaman tersebut. SITTI telah mengindeks 600 juta halaman web berbahasa Indonesia dan menyajikan 3.300 iklan dari 529 merek. Saat ini SITTI telah mempekerjakan 25 orang dan menggunakan 6 server.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: